Dalam semangat menyongsong Tahun Yubelium 2025, mahasiswa Katolik Universitas Katolik Santo Thomas (UNIKA) Medan yang tergabung dalam KMKAT Ignatius de Loyola (IDL) mengadakan kegiatan peziarahan rohani pada November 2025.
Kegiatan ini menjadi salah satu momen penuh makna bagi seluruh peserta yang ingin memperdalam iman, merasakan kebersamaan, serta menghidupi semangat pertobatan dan pelayanan.
Persiapan Rohani: Pengakuan Dosa Sebagai Awal Perjalanan
Sebelum hari keberangkatan, beberapa hari sebelumnya, KMKAT IDL mengadakan ibadat tobat dan pengakuan dosa bersama di Kapel Santo Pius, UNIKA Medan.
Suasana hening dan penuh syukur terasa ketika para mahasiswa satu per satu datang mengakui dosa mereka dan memohon berkat Tuhan untuk perjalanan yang akan mereka tempuh.
Momen ini menjadi langkah awal untuk membersihkan hati dan menata diri sebelum memulai peziarahan, karena seperti yang sering diingatkan dalam ajaran Gereja, peziarahan sejati berawal dari hati yang bertobat.
Rute Peziarahan: Dari Kapel Santo Pius Hingga Katedral Medan
Peziarahan Yubelium 2025 dimulai dari Kapel Santo Pius UNIKA Medan, tempat mahasiswa berkumpul, berdoa, dan menerima berkat perjalanan.
Dari sana, rombongan berangkat menuju SLB-C Namo Pencawir, lokasi pemberhentian pertama yang memberikan kesan mendalam bagi seluruh peserta.
Sesampainya di SLBC Namo Pencawir, bahkan sebelum bus berhenti sepenuhnya, anak-anak luar biasa dari sekolah tersebut sudah berlari menyambut rombongan dengan senyum dan tawa yang tulus.
Sambutan hangat itu membuat suasana menjadi hidup — penuh tawa, sapaan ramah, dan kebersamaan yang mengharukan.
Pastor yang mendampingi rombongan juga ikut bercanda dan berbincang dengan anak-anak, menciptakan suasana kekeluargaan yang tak terlupakan.
Dari perjumpaan singkat itu, banyak peserta menyadari sebuah pesan sederhana:
“Tidak harus sempurna untuk menjadi orang ramah.”
Dari Namo Pencawir, perjalanan dilanjutkan menuju Gua Maria Velangkanni, tempat ziarah umat Katolik yang penuh kedamaian dan refleksi.
Di sana, para mahasiswa berdoa Rosario bersama, menyampaikan doa-doa pribadi, dan merenungkan perjalanan hidup masing-masing di hadapan Bunda Maria.
Banyak yang mengaku merasakan ketenangan batin, kedamaian, serta semangat baru setelah berdoa di tempat suci tersebut.
Sebagai puncak peziarahan, rute terakhir membawa peserta menuju Katedral Medan, pusat keuskupan dan simbol persatuan umat Katolik di Sumatera Utara.
Di sana, seluruh peserta bersama-sama mengikuti Misa Syukur Yubelium, memohon rahmat Tuhan agar iman mereka semakin kokoh dan siap diutus melayani di tengah dunia kampus maupun masyarakat.
Antusiasme Mahasiswa: Lebih dari 190 Peserta Mengikuti
Antusiasme mahasiswa Katolik UNIKA Medan sungguh luar biasa.
Tercatat lebih dari 190 mahasiswa mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan ini.
Karena jumlah yang begitu besar, panitia membagi peserta menjadi dua gelombang keberangkatan.
Gelombang pertama yang berangkat kemarin diikuti oleh sekitar 90 mahasiswa, sedangkan sisanya akan berangkat pada gelombang kedua yang dijadwalkan dalam waktu dekat.
Suasana penuh sukacita dan semangat tampak sejak awal perjalanan.
Para peserta tidak hanya datang untuk berwisata rohani, tetapi juga untuk memperdalam relasi dengan Tuhan dan mempererat persaudaraan antaranggota KMKAT IDL.
Banyak mahasiswa mengaku bahwa kegiatan seperti ini memberi mereka kekuatan baru di tengah kesibukan kuliah dan tantangan hidup sehari-hari.
Makna Peziarahan: Perjalanan Lahir dan Batin
Lebih dari sekadar perjalanan fisik dari satu tempat ke tempat lain, Peziarahan Yubelium 2025 ini menjadi perjalanan batin yang menuntun setiap peserta untuk lebih dekat dengan Tuhan.
Dari pengakuan dosa, sapaan hangat anak-anak di SLB, hingga doa di Velangkanni dan Misa di Katedral, setiap langkah membawa pesan rohani tersendiri.
Peziarahan ini mengingatkan bahwa hidup manusia pun adalah ziarah menuju keselamatan — tempat di mana setiap pengalaman, suka dan duka, menjadi bagian dari perjalanan iman.
Penutup: Semangat Ignasian di Tengah Peziarahan
Sebagai bagian dari KMKAT Ignatius de Loyola, kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat "Menemukan Tuhan dalam segala hal" — nilai utama dalam spiritualitas Ignasian.
Melalui perjumpaan, doa, dan kebersamaan, para mahasiswa diajak untuk melihat kehadiran Tuhan bahkan dalam hal-hal sederhana: dalam senyum anak-anak, dalam canda di perjalanan, dan dalam doa yang terucap dengan tulus.
Peziarahan Yubelium 2025 bukan hanya sekadar kegiatan rohani, tetapi juga pengalaman iman yang akan terus dikenang dan menguatkan langkah setiap peserta dalam menapaki kehidupan di dunia kampus dan seterusnya.
????? “Tidak harus sempurna untuk menjadi orang ramah. Cukup tulus, dan Tuhan akan menyempurnakan sisanya.”
#Yubileum2025 #KMKATIgnatiusDeLoyola #PeziarahanIman #UNIKAMedan #SLBCNamoPencawir #Velangkanni #KatedralMedan
- Tanggal:00 0000 s/d 00 0000
- Tempat:UNIKA
- Jam:08:00 - 18:00 Wib
1.png)
 (1).jpeg)
.png)